Metode Penyambungan Pipa

Pipa umumnya memiliki panjang 5m sd 6m, jadi untuk keperuan panjang pipa 100 meter tentunya kita melakukan penyambungan pipa2 tersebut
Tipe-Tipe Sambungan Pipa
Dalam proses penyambungan antar pipa, biasanya kita mengenal penyambungan dengan cara pengelasan, tetapi sebenarnya masih terdapat cara lain, yaitu dengan cara penyambungan ulir. Jadi apa perbedaan cara penyambungan tersebut? berikut penjelasannya:
Penyambungan dengan las (welded component), yaitu tipe penyambungan yang bersifat tetap atau permanen, sehingga sambungannya tidak dapat dibuka maupun dilepas. Biasanya cara ini dilakukan pada instalasi pipa industri yang meliputi transportasi fluida (minyak dan gas bumi).
Penyambungan dengan cara ulir (treated component), yaitu sambungan yang bersifat tidak tetap atau dapat dibuka kembali. Biasanya ditemui pada instalasi industri, terutama pipa yang membutuhkan proses perawatan (maintenance).
Untuk lebih jelasnya, berikut jenis-jenis sambungan pada pipa beserta kelebihan dan kekurangannya masing-masing:

1. But Welding Joint
Penyambungan ini dilakukan dengan cara dilas, biasanya diterapkan untuk pipa yang yang berukuran besar serta memiliki ketahanan yang bagus. Jenis ini banyak digunakan di dalam bidang industri, tetapi tidak cocok digunakan untuk sistem pengolahan air bersih, karena dikhawatirkan air dapat bercampur dengan logam-logam hasil dari pengelasan tersebut. Namum, jenis ini memiliki kelemahan yaitu proses aliran fluida memiliki hambatan akibat dari sambungan las yang beada pada sisi bagian dalam pipa.
2. Socket Welding Pipe Joint
Penyambungan ini menggunakan dua jenis pipa yang memiliki ukuran berbeda, salah satu pipa memiliki ukuran kecil, sedangkan lainnya memiliki ukuran yang besar. Proses penyambungannya sangat sederhana, yaitu dengan memasukkan ujung pipa yang kecil kedalam pipa yang berukuran besar. Contoh sederhananya yaitu pipa paralon (material plastik).

Sambungan socket memiliki keunggulan, yaitu dalam pemasangannya mudah untuk disesuaikan karena kita hanya perlu memasukkan pipa ke pipa yang lain, sehingga sangat mudah untuk dilakukan. Tetapi jenis ini memiliki kelemahan yaitu sangat rentan terhadap korosi karena kemungkinan adanya celah pada titik penyambungan.

3. Screwed Pipe Joint
Merupakan sambungan dengan cara ulir dengan tujuan merekatkan kedua ujung pipa, contoh sederhanya seperti pipa ledeng. Keuntungan menggunakan jenis sambungan ini ialah sangat mudah diaplikasikan serta dapat dijadikan alternatif bila pada kondisi tertentu tidak memungkinkan dilakukan penyampungan dengan cara pengelasan karena dapat menimbulkan bahaya. Kekurangannya ialah dapat mengalami kebocoran apabila perapat (seal) yang digunakan tidak baik dan memiliki kekuatan yang berkurang karena ketebalan pada ujung pipa telah digunakan sebagai tempat ulir.

4. Sambungan Spigot (Spigot Socket Pipe Joint)
Tipe sambungan ini ialah dengan memasukkan pipa yang satu ke pipa yang lain, mirip dengan sambungan socket. Tipe sambungan ini dapat ditemui pada galian pada area jalan raya apabila sedang terjadi proses perbaikan saluran air. Sifat dari sambungan ini yaitu cukup fleksibel terhadap arah longitudinal dan radial. Keunggulan jenis sambungan ini ialah memiliki ketahan terhadap kedapan air dan mudah untuk di aplikasikan di lapangan. Selain itu sambungan ini dapat disesuaikan dengan kemiringan pemasangan (tidak lurus) sampai pada kemiringan 10°. Sedangkan untuk kelemahannya, jenis ini hanya mampu digunakan pada tekanan yang rendah, sehingga tidak cocok untuk mengalirkan gas dan fluida lainnya yang bertekanan tinggi.

5. Sambungan Flange (Flanged Pipe Joint)
Sambungan ini menggunakan flange untuk mengubungkan suatu pipa dengan pipa yang lain, flange adalah suatu perancangan yang tidak permanen, maksudnya dapat dibongkar pasang karena menggunakan baut pengencang flange tersebut. Setiap flange memiliki ukuran yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan jenis pipa yang akan digunakan. Penyambungan flange banyak di temui pada lokasi industri, dalam proses penyambungan kita perlu memperhatikan jenis flange dan ukuran pipa yang digunakan, karena apabila terdapat perbedaan sedikitpun maka kemungkinan akan terdapat celah antar kedua sisi sambungan tersebut.

Sekian pembehasan kali ini mengenai berbagai macam jenis sambungan pada pipa, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkan, terutama bagi Anda yang belum paham mengenai jenis-jenis sambungan pipa. Apabila di dalam isi artikel ini terdapat pembahasan yang tidak sesuai dengan pemahaman anda, mohon untuk dimaklumi dan berilah komentar di bawah kolom. Marilah kita belajar bersama-sama, Terimakasih!

=================================================================================================================== 4

Jenis-jenis Material Pipa Untuk Saluran Pembuangan

Material pipa terdiri dari beberapa jenis, sehingga kita bisa memilih jenis pipa seperti apa yang kita inginkan. Tapi, perlu diketahui bahwa setiap pipa berbahan dasar material tertentu memiliki tujuan masing-masing. Dengan demikian, maka kita perlu mempertimbangkan beberapa -aspek-aspek tertentu. Kesalahan dalam pemilihan jenis material pipa akan berdampak buruk terhadap proses pengaliran fluida dan meningkatnya biaya maintenance (perawatan).
Jadi, sebelum kita memutuskan untuk membeli pipa, maka sebaiknya perhatikan dulu aspek-aspek seperti jenis fluida yang akan dialirkan di dalamnya, material pipa, temperatur fluida, sifat-sifat fluida, tekanan aliran, letak pemasangan pipa (di bawah tanah atau di atas permukaan tanah) dan lain sebagainya.
Material Pipa Pembuangan
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa, jetiap jenis pipa berbahan dasar material tertentu memiliki fungsi masing-masing dan tidak akan cocok digunakan bila tidak sesuai dengan fungsinya.. Berikut ini adalah jenis-jenis material pipa pembuangan yang paling umum digunakan, yaitu:
Vitrified clay pipe (pipa yang terbuat dari material tanah liat), jenis pipa ini banyak digunakan untuk keperluan aliran pembuangan dengan sistem pengangkutan/pengaliran berdasarkan dengan gaya berat. Contoh sederhananya yaitu untuk pembuangan kotoran manusia dan kotoran-kotan lain dengan aliran yang bertekanan namun bertemperatur rendah. Pipa bermaterial jenis ini sering dipasang di bawah struktur bangunan atau concrete yang lumayan tebal.
Cast iron soil pipe (besi tuang untuk keperluan pengaliran di dalam tanah), jenis pipa ini memiliki kemampuan di atas pipa yang terbuat dari tanah liat, namun fungsinya tidak jauh berbeda. Salah satu keunggulannya yakni dapat dipasang di bawah bangunan dengan concrete yang berukuran tebal, selain itu dapat pula digunakan untuk mengalirkan cairan yang bertemperatur tinggi (panas).
Cast iron water pipe, jenis pipa ini terbuat dari material besi dan umumnya digunakan untuk mengalirkan air atau lebih tepatnya disebut pipa air. Penggunaannya bisa saja untuk keperluan distribusi air maupun untuk keperluan utilities pada industri-industri tertentu. Salah satu kelebihannya yakni dapat digunakan untuk aliran bertekanan tinggi.
Concrete pipe (pipa beton), sesuai dengan namanya maka tentunya pipa ini terbuat dari beton. Ukuran diametenya bisa mencapai 24 inci atau lebih. Pipa jenis ini banyak digunakan pada saluran pembuangan air berskala besar.
Concrete lined steel pipe (pipa baja berlapis semen), pipa ini banyak digunakan untuk mengalirkan fluida maupun kotoran yang bersifat korosif dan mempunyai tekanan alir melebihi kemampuan dari pipa besi tuang.
Duriron pipe, pipa ini banyak digunakan untuk pembuangan cairan dengan tingkat korosi tinggi. Pipa ini sangat getas seperti gelas, sehingga dalam pengangkutan dan pemasangannya harus dilakukan dengan hati-hati.

Keseluruhan jenis material pipa seperti di atas memang yang paling umum digunakan untuk keperluan saluran pembuangan, saluran pembuangan yang dimaksud bisa saja di area perumahan atau di pabrik-pabrik. Namun, selain jenis material seperti di atas, tidak menutup kemungkinan adanya jenis pipa dengan material terbaru yang telah digunakan saat ini.

Demikianlah artikel pengetahuan kali ini mengenai jenis-jenis material pipa pembuangan, semoga bisa menjadi gambaran bagi anda ketika ingin membeli pipa atau melakukan pemasangan sistem perpipaan.